Diaqua

Graded Diamond Mineral Water

Produk Diaqua

Air mineral custom label

Trinity Water Advertisement

Perusahaan kami yang dapat membantu Anda memproduksi air mineral custom label.

Diaqua by Trinity Water Advertisement

Trinity Water Advertisement (TWA)Jl Terusan Bandengan, Ruko Soka 2 Blok C6,Jakarta Utara.

Beberapa Partner Kami

Silahkan klik menu yang ada untuk mengetahui lebih jelas tentang kami

Tampilkan postingan dengan label air minum isi ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air minum isi ulang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Hati-Hati Dengan Air Minum Yang Tidak Ada Hasil Uji Lab

Ada peningkatan kesadaran pemilik depot air minum terhadap aspek higienitas dan standar kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Syamsu Rizal mengatakan bahwa pihaknya menempel hasil uji lab di setiap depot air minum yang ada di Kabupaten Natuna.
"Ada peningkatan dari sebelumnya. Standarnya udah mulai terjaga, kami pun menempelkan hasil pengujian terhadap depot. Jika nggak ada tempelan itu, berarti nggak ada pengujian, masyarakat bisa memilah," ujar Syamsu Rizal, Selasa (23/12/2014).

Dinkes dikatakannya tetap menyurati depot yang belum memenuhi standar kesehatan, bahkan merekomendasikan usaha untuk tutup sementara, sebelum aspek-aspek kesehatan dipenuhi.
Kendati tidak menyebutkan detail jumlah depot, namun dikatakannya ada peningkatan kualitas standar kesehatan secara kuantitatif.

"Secara kuantitatif, persentase yang lulus syarat pengujian Dinkes sudah naik jumlahnya. Ada sekitar dua atau tiga depot di Midai yang belum memenuhi syarat," kata Syamsu Rizal.
Sebelumnya pihaknya mendapatkan kasus merebaknya penyakit diare di masyarakat beberapa tempat, termasuk di Ranai.
Setelah ditelusuri ternyata banyak depot yang tidak memenuhi standar selama iniseperti perawatan mesin, batas pemakaian filter, cara pembersihan tabung yang tidak bagus, hingga intensitas lampu ultraviolet (UV)

"Pemda melakukan pengecekan berkala sekali dua bulan, sementara ada pengujian dua kali setahun yang disubsidi pemerintah pusat. Sebenarnya bagi yang belum lulus standar kesehatan mereka wajib pengecekan dengan biaya sendiri untuk memenuhinya, kalau tidak akan kami surati," paparnya.

Sumber: Tribunnews.com

Jumat, 25 April 2014

Memilih Jenis Air Layak Minum

Mengingat pentingnya air, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memilih air minum yang sehat. Bila air minum tidak bersih bisa menyebabkan diare atau penyakit lainnya. Sedangkan saat ini ada berbagai jenis air minum yang ditawarkan seperti air tanah, air dari Perusahaan Air Minum (PAM), Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), air mineral dan air heksagonal. Apa saja perbedaan dari masing-masing jenis air tersebut?
  • Air tanah
Bagi penduduk di pedesaan air minum dapat diambil dari air tanah yang diambil dari sumur atau sungai. Tetapi, perlu diwaspadai bila sumber air tersebut berada di kawasan industri atau lokasi pembuangan sampah. Sedangkan di kota-kota besar, misalnya Jakarta, air tanah tidak lagi layak untuk dikonsumsi, karena banyak mengandung bakteri Eschericia coli (E-coli), kandungan besi (Fe) dan Mangan (Mn) serta kadar keasaman (pH) yang melebihi kriteria air minum sehat. Ini disebabkan karena banyaknya polutan yang dihasilkan manusia sehingga merusak air tanah.
  • Air PAM
Untuk dapat menghasilkan air yang baik, Perusahaan Air Minum (PAM) sebenarnya memiliki teknologi yang sesuai dengan pengolahan air minum, tetapi ini juga dipengaruhi oleh kualitas dari air yang dijadikan sebagai bahan baku apakah air tersebut tercemar atau tidak.
  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
Adalah air yang diolah dengan teknologi khusus seperti teknologi sterilisasi kemudian dikemas dalam botol plastik atau wadah lainnya. Izin untuk perusahaan ini biasanya baru akan dikeluarkan bila hasil uji laboratorium baik. Agar mendapat air minum yang baik, perusahaan perlu selalu melakukan kontrol terhadap hasil air minum dan merawat peralatan produksinya dengan baik.
  • Air Mineral
Adalah air yang diperoleh dari sumbernya, umumnya dari pegunungan dan langsung dikemas sehingga terdapat mineral di dalamnya dengan kadar tertentu yang diperbolehkan.
  • Air heksagonal
Air jenis ini memiliki rangkaian molekul yang terstruktur, berbentuk segi enam sehingga disebut heksagonal. Air jenis ini lebih mudah diserap tubuh, lebih cepat menghantar nutrisi untuk seluruh tubuh, membuang racun sisa metabolisme, serta akan mengoptimalkan metabolisme tubuh.
Secara alami, air ini terdapat dalam sumur air zamzam di Mekah, di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Lourdes, Perancis. Selain secara alami, air heksagonal dapat dibuat dengan menggunakan mineral-mineral alami yang dapat membantu pembentukan struktur heksagonal dalam air. Suhu saat pembentukan juga harus diperhatikan karena dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi terurai sehingga menjadi air biasa.
Air heksagonal umumnya dijual dalam kemasan, tetapi minuman seperti ini dipercaya lebih menyehatkan untuk tubuh juga dapat mencegah penuaan. Dengan meminum air heksagonal dianggap dapat meningkatkan vitalitas, memperlambat proses penuaan dan mencegah penyakit. Hanya saja, air jenis ini umumnya lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. 

Sekarang, kita dapat menentukan mana air minum yang layak diminum. Segera tolak apabila air berwarna, keruh atau berbau. Sedangkan bila membeli air yang dikemas, perhatikan segel tidak terbuka atau bocor.
sumber: seputarair.com

Rabu, 12 Maret 2014

YLKI: Air Minum Isi Ulang Tidak Higienis

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, YLKI menyatakan, sebagian depo air minum isi ulang di wilayah Jakarta tidak memenuhi standar pengisian ulang, sehingga berpengaruh terhadap kualitas air yang dijual.
Penyataan ini didasarkan hasil studi kasus YLKI terhadap 20 depo air minum isi ulang di berbagai wilayah Jakarta, pada 2012 lalu.
Selain meneliti kandungan airnya, tim peneliti YLKI juga langsung melakukan survei terhadap sarana dan prasarana depo-depo tersebut.

Air Minum Galon

"Yang kita temukan, dari 20 sampel, ada enam yang mengandung total bakteri, serta ada satu yang mengandung bakteri E. Coli (Escherichia coli)," kata Ida Marlinda, peneliti YLKI, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Jumat (15/02) siang.
Hasil survei YLKI menunjukkan pula, pemilik depo tidak merawat galon-galon airnya secara steril.
"Padahal, sebenarnya depo air minum isi ulang itu 'kan seharusnya bisa langsung diminum", kata Ida.

Menurut data YLKI ada sekitar 3.500 depo air minum isi ulang yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta, namun diperkirakan banyak yang tidak memiliki surat layak kesehatan dari kantor dinas kesehatan setempat.
YLKI meminta agar Kantor dinas kesehatan setempat untuk melakukan uji laboratorium terhadap air yang dijual oleh depo-depo tersebut. "Kami juga meminta agar asosiasi yang menaungi mereka memberikan sanksi kepada anggotanya yang melanggar," kata Ida.
"Menurut saya, kalau ini dibiarkan akan membahayakan konsumen," tandasnya.

'Silakan laporkan'

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pengusaha, Pemasok dan Distributor Air Minum Indonesia, Apdamindo, Budi Darmawan mengatakan, sejauh ini pihaknya kesulitan mengontrol semua pemilik depo air minum isi ulang di wilayah Jakarta, karena jumlahnya terlalu banyak.
 
Menurutnya, dari sekitar 3.500 depo air minum isi ulang di wilayah Jakarta, baru sekitar 500 dan 600 yang resmi terdaftar sebagai anggota organisasinya.
"Sehingga tidak mungkin kami melakukan pengawasan sendiri," kata Budi Darmawan dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Jumat (15/02) siang.

Karena itulah, Budi meminta masyarakat langsung melakukan pengawasan terhadap depo-depo tersebut.
Jika terbukti melanggar, masyarakat dapat melaporkan ke pihak terkait atau asosiasi yang dipimpinnya, katanya.

"Yang bertangungjawab pemilik usahanya itu sendiri. Jika (tetap) bandel tutup saja, nggak usah diperingatkan. Soalnya, ini sudah beberapa kali kejadian," ungkapnya.

Budi Darmawan membantah jika sebagian besar anggotanya tidak terdaftar. "Kalau (ijin dari) dinas kesehatan, rata-rata sudah punya hasil laboratoriumnya," kata Budi.

Praktek penjualan air minum isi ulang mulai menjamur di Indonesia semenjak sekitar 10 tahun silam.
Dengan harga per galonnya yang lebih dari murah dari produk air mineral, yaitu sekitar Rp5,000, membuat produk ini terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah.

Jadi pintarlah dalam memilih Air Minum Galon

Diambil dari bbc.co.uk

Senin, 24 Februari 2014

Cara Mengetahui Kualitas Air

Air merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia, karenanya mengonsumsi air yang bersih menjadi faktor keharusan tersendiri. Lalu bagaimana cara mengetahui suatu air bersih atau tidak?

Tidak semua daerah di Indonesia terutama di Jakarta memiliki kualitas air yang baik, padahal air digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan salah satunya untuk minum. Karena itu kebersihan air yang diminum akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

"Secara visual masyarakat bsia mengetahui apakah air yang dikonsumsinya layak atau tidak, baik dari mikroorganisme atau dari senyawa-senyawa kimia seperti logam berat," ujar Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc dalam acara Unilever Pureit: Teknologi Pemurni Air Siap Minum Terlindung dari Kuman berbahaya Penyebab Penyakit di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Untuk mengetahuinya Budi menyarankan masyarakat untuk mengambil air lalu dilihat kejernihannya, menciumnya untuk tahu apakah berbau atau tidak dan menjilatnya untuk mengetahui berasa atau tidak. Air yang layak seharusnya berwarna jernih, tidak berbau dan tidak memiliki rasa.

Sedangkan untuk senyawa-senyawa kimia seperti logam berat biasanya akan kelihatan dan berbau. Misalnya untuk logam Fe (besi) atau mangan, begitu air tersebut ditampung akan terlihat seperti ada lapisan kaca atau minyak di aatsnya. Jika didiamkan beberapa lama akan timbul endapan coklat di pinggiran ember atau panci. Tapi untuk senyawa kimia seperti Arsen umumnya tidak berwarna.

Air yang digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari dan juga air minum juga berbeda-beda, ada yang menggunakan air tanah dangkal atau dalam serta air PAM.

"Air tanah yang digunakan oleh masyarakat di Jakarta umumnya dangkal, padahal semakin rendah kedalamannya maka kualitasnya semakin tidak bagus. Hal ini karena tanah dan geologinya masih labil serta memungkinkan terjadinya kontaminasi dengan permukaan tanah," ujar pakar kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

sumber: health.detik.com

Selasa, 04 Februari 2014

Air Minum Isi Ulang Berbahayakah?

Anda termasuk konsumen air isi ulang? Waspadalah, ternyata air isi ulang juga masih tercemar bakteri.“Dari hasil survei  yang telah dilakukan, sekitar 40 persen air isi ulang yang beredar di pasaran ternyata telah tercemar bakteri. Jadi, sebelum diminum, sebaiknya air direbus dulu hingga mendidih, tidak hanya menggunakan panas dispenser yang tak terlalu panas,” kata pakar kesehatan lingkungan FKM UI, dr R Budi Haryanto.

Dia pun menyarankan untuk selalu merebus air walaupun telah memakai air isi ulang. Berbeda dengan air galon isi ulang, air galon bermerek memiliki jaminan yang lebih bagus. Terbukti dengan penemuan yang tak banyak menunjukkan bukti tercemarnya bakteri pada air galon bermerek. “Jadi, jika ingin lebih aman, bisa gunakan air galon bermerek. Namun, menilik sisi ekonomisnya, bisa dengan tetap menggunakan air isi ulang biasa namun pastikan telah direbus hingga mendidih," kata dokter Budi.

Air dalam galon juga harus selalu diperhatikan. Kadang, jika terlalu lama tak dikonsumsi dan ditaruh di tempat panas, air dalam galon bisa berlumut. "Jika sudah ada lumut atau mikroba apa pun yang bisa tumbuh dalam air, maka air tersebut sudah tak layak konsumsi," kata dokter Budi.

Jika tak menggunakan air galon, namun menggunakan air PAM, pastikan dulu air dalam kondisi yang baik seperti di atas. Yaitu, tanpa bau, tanpa rasa, jernih, tanpa warna, dan tak mengendap. “Sebenarnya air PAM bisa dikonsumsi asal dimasak hingga benar-benar mendidih. Karena, air PAM telah mengalami pengolahan sehingga senyawa kimia tak terlalu banyak yang mengontaminasi air,” kata Budi.

Bagaimana dengan mereka yang masih menggunakan air sumur? Budi menyarankan agar memastikan lebih dulu ciri-ciri air tersebut layak konsumsi. Terkadang, air sumur memiliki kadar besi yang tinggi, terbukti dengan adanya pengendapan. Sebenarnya, air semacam itu sudah tak layak konsumsi. Namun,  ada cara untuk mengakali agar kandungan besi berkurang, yaitu dengan cara aerasi.

Aerasi adalah proses menghilangkan besi dengan cara memberikan kontak antara udara dan air. ‘’Caranya, semprotkan air dengan selang ke atas, dan tampung air. Air tampungan tersebut kemudian didiamkan dan ambil air bagian atasnya saja,” kata dokter Budi. Setelah itu, barulah air direbus hingga benar-benar mendidih dan air layak dikonsumsi. Dengan konsumsi air sehat, maka keluarga pun akan sehat.

Bila Anda ingin mendapatkan air minum yang sehat dan telah terbukti aman lihat di Air Minum Galon

Disadur dari republika.co.id